Toleransi yang bobrok


       Apa yang salah di negeri ini, bukankah toleransi adalah harga mati...
Aku rasa tidak, orang menyombongkan diri dengan kehidupan agama mereka yang baik, menyombongkan diri bahwa agama mereka paling benar, menyombongkan diri bahwa negeri ini milik beberapa golongan masyarakat.
Disini yang ingin aku tekankan adalah betapa miris dan tertekannya orang-orang yang berpikir seperti itu. Beberapa kerabat bahkan sanak saudara yang memiliki agama yang berbeda dengaku engan mengucapkan kata "selamat Natal" hanya karena presepsi dan prinsip yang mereka pegang dari agama yang mereka pelajari, entah apa pemikiran yang mereka pahami entah hal itu benar atau tidak, bukankah menghargai adalah salah satu hal baik yang harus kita junjung. Tidak ingin terpaku pada hal itu, toh kita yang mengerti tak perlu melakukan hal yang sama kepada mereka.
Bukan hal rasis atau terlalu fanatik yang ingin disampaikan hanya saja ingin menjelaskan bahwa toleransi yang bobrok adalah hal konyol yang masih digunakan sampai saat ini.
Tidak pernah terbayangkan sebelumnya dikepalaku bagaimana bisa kita akan saling berkenalan satu sama lain dengan seseorang dan hal yang pertama yang akan kita tanyakan adalah........  "Agama apa yang kau anut,.?" atau, "aku akan berteman denganmu jika kita menganut agama yang sama,?" Terdengar konyol memang, tapi dewasa ini hal seperti inilah yang sering terjadi walaupun tidak secara terus-terang seseorang mengatakannya pada saat pertama kali akan berkenalan...
contohnya saja dulu aku pernah memiliki seoang SAHABAT yang berbeda keyakinan setiap hari sepulang sekolah kita bermain bersama, mengerjakan tugas bersama, seiring berjalannya waktu ketik sering main ke rumahnya otomatis aku dan teman-teman yang lain bertemu dengan orang tuanya berkenalan dan berbincang-bincang, orang tuuanya menanyakan asal-usul keluarga kami, dan lain sebagainya hingga pada suatu titik orang tua sahabatku mengetahui bahwa kami dan sahabat kami ini berbeda keyakinan, beberapa waktu berlalu sikap sahabat kami derastis berubah perlahan-lahan dia mulai menjauhi kami, setiap di ajak main bareng dia mencari beribu alasan untuk menolak, bukan mau perikiran buruk tentang orang tuanya, pasti semua orang tua mengharapkan hal baik untuk anak-anaknya, tapi menurutku sikap orang tuannya salah jika melarang dia untuk bergaul dengan kami, teman-temannya yang berbeda keyakinan dengannya., mengapa latar belakang keyakinan membuat pertemanan bisa bubar begitu saja.
Kemudian satu lagi contoh aku pernah bekerja di salah satu perusahaan yang di mana mayoritas karyawannya menganut agama yang berbeda denganku, entah perasaanku saja atau memang sikap mereka terlihat berbeda, mereka tidak pernah berbicara secara santai, mereka tidak pernah mau berkumpul walau hanya sekedar ngobrol atau makan bareng, mereka tidak pernah mengajakku untuk bergabung dalam pembicaraan mereka, ataupun jika mereka mengajakku berkumpul itu dengan beribu alasan dan semua senyum mereka terlihat di buat-buat.
Bagaimana bisa agama menyelamatkan bukan kah itu hanya akan membuat perpecahan. Kepercayaan soal hubungan kita dengan Tuhan atau yang sebut Allah,  bukan dengan agama. Agama hanya ajaran yang mendekatkan kita pada-Nya. 
Kritik aku jika salah,  tapi tolong pahami dan dimengerti jika ini benar. 

Komentar

Postingan Populer