Kata-kata yang bercerita #6

TONG KOSONG!!!





Kau tahu, terlihat bodoh itu menyebalkan apa lagi jika kamu tahu jika kamu sedang dibodohi…
Aku mulai muak dengan semua ini, emosi yang tidak bisa dikontrol, perkataan kasar yang sering terlontar hanya karena marah, atau perbuatan-perbuatan memalukan lainnya…
Aku benci pada diriku sendiri, pada diri yang tidak bisa mengontrol diri padahal memiliki kuasa seutuhnya..
Aku marah.., tapi tidak berani menyampaikan emosi ini pada subjeknya..
Aku benci, tapi tidak berani mengungkapkan emosi ini pada orangnya..
Aku hanya berani berkoar-koar dibelakang subjek atau orang tersebut.., dan ketika orang tersebut ada didepan mata, nyali ini seolah menciut bak sebuah kacang hijau…
Arrhhhgg.. aku marah sungguh pada diri ini…
Jika tidak berani berbicara sebaiknya berhenti untuk mengeluh, dan terima semua perbuatan kejam itu, jika tidak berani mengungkapkannya sebaiknya telan semua pil pahit ituu…
Kau terlihat bodoh di depan orang-orang yang selama ini kau keluhkan, kau terlihat bodoh di depan orang-orang yang selama ini mendengar kemarahanmu.. kau terlihat konyol.. kau tahu..!!!
Konyol memang, dijaman seperti ini kerja ikhlas masih di pelihara, kau bekerja untuk menerima uang maka dari itu kau keluarkan semua jerih payahmu, tapi bayangkan jika upayamu itu tidak menjadi uang bagimu, Kau bekerja di luar tanggung jawab pekerjaanmu, kau bertanggung jawab atas apa yang bukan seharusnya kau kerjakan.. mengapa kau harus tetap diam mendapat perlakuan bejad itu.., berpikirlah yang logis dan realistis kau dibayar untuk mengerjakan pekerjaanmu bukan mengerjakan pekerjaan tambahan tak bermanfaat bagimu, loyalitas di perlukan tapi pikiran realistispun seharusnya kau gunakan bukan.
Oke..!! hal ini hanya berani ku tuang dalam kutipan kalimat tak penting ini, pada implementasi kenyataannya tak satupun kata-kata di atas mampu ku ungkapkan. Betapa menyebalkan hal itu…
Kau boleh sebut diriku pengecut, dan aku mengakui hal itu, banyak orang disekitarku yang mampu mengungkapkan pikiran mereka, emosi mereka, bahkan perasaan mereka, entah itu dengan mengatai secara langsung, atau melontarkan melalui tulisan-tulisan indah dengan susunan bahasa yang mampu di mengerti dan dipahami., sekarang inipun aku sedang mengetik bait demi bait, kata demi kata yang sebenarnya aku sendiripun tak tahu apakah akan mudah di pahami dan di mengerti oleh orang atau tidak.
Bagi sebagian orang berbicara didepan banyak orang bukanlah masalah, bagi beberapa orang mengungkapkan argumen adalah kegemaran, membacoto setiap orang dengan pikiran-pikiran mereka ketika presentasi, atau membanjiri mereka dengan opini dari diri sendiri. Tapi bagiku untuk berdiri didepan banyak orang bukanlah hal yang mudah, demam panggung adalah penyakit yang tak bisa ku kontrol sedemikian rileksnya aku mengatur nafas, menenangkan pikiran, atau bahkan menguasai dan menyediakan bahan untuk presentasipun setidaknya tangan berkeringat atau kaki gemetar adalah penyakit kronis yang akan ku alami ketika melakukan presentasi. Aku iri apa mereka yang walaupun gugup tapi bisa mengatasinya dengan menampilkan diri seoalah mereka sangat menguasai materi presentasi, atau walaupun tidak menguasai materi tetapi mereka terlihat sangat santai atua seperti tidak mengalami demam panggung.
Innilah yang menjadi permasalahan terbesarku, aku ingin dilihat orang, tapi aku malu untuk menunjukan diriku, aku ingin kemampuanku di akui orang lain, tapi aku tampil begitu bodoh dan menyebabkan mereka menyepelekanku.
 

Komentar

Postingan Populer