Hari Ibu
Ibu..
Ini adalah harimu..
Hari di mana orang-orang mengucapkan kata ibu, kepada ibu-ibu yang ada di dekat mereka.
Aku, ingin mengucapkan, namun malu tak di sapa.
Aku, ingin melontarkan kalimat demi kalimat hanya untuk orang-orang yang memahami, bahwa ibu adalah makhluk pertama di dunia ini yang ingin ku bahagia kan setelah membahagiakan diri sendiri.
Mungkin belum banyak hal yang bisa ku bagi setiap harinya dengan dia yang ku sapa ibu, namun kelak aku berharap dia yang akan memanggilku ibu, akan menjadi kan aku satu-satunya tempat "sampahnya''.
Apakah kau pernah merasa disakiti atau dihianati oleh orang tua, berpikir bahwa semua harapanmu di blokade oleh otoriter mereka yang memiliki kedudukan terhadap hidupmu..
Harusnya kamu bangun sedaritadi, ibu adalah penengahnya.
Aku bahkan sempat iri melihat beberapa kawan yang memiliki keluarga yang utuh. Ibu, Ayah, Kakak-Adik, yang lengkap, aku bukannya tidak pernah merasakan hal itu, hanya saja semua itu telah hilang semenjak kecil. Ibuku menjalani masa sulitnya di masa mudanya, dia berontak bak tak seorangpun dapat menghentikannya, dulu aku hanya seorang anak kecil yang tak bisa berbuat apa-apa melihat dia disakiti, aku hanya anak kecil yang akan diam saja ketika melihat dia menangis, tapi dengan bertambahnya usiaku aku mulai memberanikan diri untuk melindunginya, ketika ada yang membuatnya menangis akan ku lawan orang itu akan aku cari orang yang membuat ibuku menangis dan memarahinya sampai amaraku benar-benar terluapkan, ketika ada yang mulai merepotkannya aku adalah orang pertama yang akan memberi saran agar ia istirahat, ketika ada orang yang menyakitinya aku adalah orang pertama yang akan terluka. tapi diluar itu semua aku menutup mata utuk satu hal....
Terkadang yang membuatnya menangis, yang membuatnya repot, dan yang membuat dia tersakiti adalah AKU...
Entah dengan perkataan yang tidak bermaksud untuk menyakiti, atau perbuatan yang tidak disengaja...
ada satu waktu di mana aku seoalah-olah adalah anak yang benar-benar tidak memiliki hati, tidak memikirkan sedang apa dia, sudah makankah dia, atau yang paling sederhana aku tak pernah lagi mengucapkan "AKU MENYAYANGIMU".
Ini adalah harimu..
Hari di mana orang-orang mengucapkan kata ibu, kepada ibu-ibu yang ada di dekat mereka.
Aku, ingin mengucapkan, namun malu tak di sapa.
Aku, ingin melontarkan kalimat demi kalimat hanya untuk orang-orang yang memahami, bahwa ibu adalah makhluk pertama di dunia ini yang ingin ku bahagia kan setelah membahagiakan diri sendiri.
Mungkin belum banyak hal yang bisa ku bagi setiap harinya dengan dia yang ku sapa ibu, namun kelak aku berharap dia yang akan memanggilku ibu, akan menjadi kan aku satu-satunya tempat "sampahnya''.
Apakah kau pernah merasa disakiti atau dihianati oleh orang tua, berpikir bahwa semua harapanmu di blokade oleh otoriter mereka yang memiliki kedudukan terhadap hidupmu..
Harusnya kamu bangun sedaritadi, ibu adalah penengahnya.
Aku bahkan sempat iri melihat beberapa kawan yang memiliki keluarga yang utuh. Ibu, Ayah, Kakak-Adik, yang lengkap, aku bukannya tidak pernah merasakan hal itu, hanya saja semua itu telah hilang semenjak kecil. Ibuku menjalani masa sulitnya di masa mudanya, dia berontak bak tak seorangpun dapat menghentikannya, dulu aku hanya seorang anak kecil yang tak bisa berbuat apa-apa melihat dia disakiti, aku hanya anak kecil yang akan diam saja ketika melihat dia menangis, tapi dengan bertambahnya usiaku aku mulai memberanikan diri untuk melindunginya, ketika ada yang membuatnya menangis akan ku lawan orang itu akan aku cari orang yang membuat ibuku menangis dan memarahinya sampai amaraku benar-benar terluapkan, ketika ada yang mulai merepotkannya aku adalah orang pertama yang akan memberi saran agar ia istirahat, ketika ada orang yang menyakitinya aku adalah orang pertama yang akan terluka. tapi diluar itu semua aku menutup mata utuk satu hal....
Terkadang yang membuatnya menangis, yang membuatnya repot, dan yang membuat dia tersakiti adalah AKU...
Entah dengan perkataan yang tidak bermaksud untuk menyakiti, atau perbuatan yang tidak disengaja...
ada satu waktu di mana aku seoalah-olah adalah anak yang benar-benar tidak memiliki hati, tidak memikirkan sedang apa dia, sudah makankah dia, atau yang paling sederhana aku tak pernah lagi mengucapkan "AKU MENYAYANGIMU".


Komentar
Posting Komentar