2020 yang Menyedihkan

Baru kemarin rasanya menyampaikan harapan-harapan baik kepada 2020 agar berjalan mulus dan sesuai rencana..
Tapi ternyata semesta menginginkan hal yang lain..
Dia ingin bumi beristirahat sejenak, memperbaiki diri dari berbagai hiruk pikuknya selama ini..
Udara semakin membaik (beberapa berita yang mengatakan polusi udara diberbagai negara berkurang dan kualitas udara semakin bersih), pertanda bumi ini sedang begitu sehat...
Tapi ternyata tidak demikian bagi manusia..
Pandemi ini benar-benar memperburuk keadaan, membuat beberapa orang yang tidak punya harta mencemaskan harus makan apa esok hari,dan  bagaimana membayar hutang-hutang yang menumpuk itu
Ternyata benar jika menginginkan sesuatu yang baik diantara kedua pihak harus ada salah satu yang menjadi korban...
Hubungan antara bumi dan manusianya harus ada salah satu yang dikorbankan bukan..?
Beberapa manusia yang peduli akan bumi ini akan mengatakan kita bisa menyelamatkan keduanya baik bumi maupun kehidupan kita sebagai manusia..
Tapi ternyata tidak....
Ada lebih banyak manusia di bumi ini yang hanya mementingkan dirinya sendiri dan kelangsungan isi perut pribadinya..



Aaarrgghh.... Siapa aku ini sampai berani mengatakan hal seperti ini toh tidak ada hal yang juga bisa kulakukan untuk membela segelintir manusia yang berusaha menyelamatkan bumi dan kehidupannya, yang berusaha mengambil jalan tegah agar manusia tetap bisa tinggal di bumi tanpa membuat dia terus sakit..
Banyak dampak yang terjadi akibat wabah ini..
Karyawan banyak yang di PHK, pengusaha-pengusaha dengan terpaksa menutup tempat usahanya, dan masih banyak kesengsaraan lainnya..
Tempat ibadah ditutup, sekolah dan instansi pendidikanpun di tutup, bagi teman-teman yang masih duduk dibangku sekolah ujian nasionalpun dibatalkan dan mereka diluluskan dengan nilai raport, bagi mahasiswa tingkat awal hingga menegah ini merupkana libur semester yang panjang dan menyenangkan, tapi bagaimana dengan kami mahasiswa tingkat akhir..
Menyedihkan bukan, bersyukur bagi yang sudah memperoleh data sepenuhnya dan tinggal diolah, tapi bagaimana dengan yang belum mendapatkan data sepenuhnya atau bahkan yang belum sama sekali, bahkan ketika ingin menghampiri tempat penelitianpun agak riskan untuk melakukannya..
Bagiamana nasib mahasiswa tingkat akhir..
Jikapun berhasil menyusun laporan akhir (SkripShit)  ancaman akan di wisudakan secara onlinepun menjadi hal menyebalkan jika terus dibayangkan..
Tidak ada seremoni wisuda dalam gedung, dibacakan nama untuk maju kedepan agar dibalikan tali toga, Tidak ada foto bersama teman, sahabat, maupun keluarga...
Ya, kalian boleh menghujatku soal ini, bagiku hal ini merupakan hal penting..
Bagaimana bisa empat tahun masa kuliah diakhiri dengan hal semenyedihkan ini..
Menunda penelitian dan dilanjutkan sampai pandemi ini terselesaikan dengan ancaman akan diwisuda tahun depan..? arrgghh aku tidak bisa menunda kelulusanku..
Aku harus bisa lulus tahun ini.., walupun aku tahu mencari pekerjaan dikeadaan seperti inipun nyaris mustahil..
.
2020 yang menyedihkan ini benar-benar membuatku frustasi..

Komentar

Postingan Populer