My Quarter Life Crisis
Si tak pandai mengungkapkan kata selalu di anggap bodoh..
dimulai dari pernyataan ini membuat aku terduduk di pojok ruang kosong yang dinamakan minder..Dua tahun berturut-turut terhitung dari tahun kemarin aku menjalani yang disebut masa-masa krisis, dua tahun yang panjang ini semoga membiarkanku untuk sejelak merasakan senangku kedepannya.
Dalam postingan-postingan sebelum inipun aku sudah banyak mengeluhkan tentang sulitnya mengerjakan skripsi, kekhawtiranku akan tidak lulus di 2020, hingga sulitnya mencari kerjaan tanpa punya keahlian, bahkan pada saat mengetik inipun ke esokan harinya aku harus menghadiri panggilan interview yang entah keputusannya apakah aku akan menerima wejengan kalau aku harus banyak belajar lagi tanpa diberi kesempatan berkembang di perusahaan yang ku tuju, atau aku akan diremehkan karena tidak menguasai job desk atau gagal dalam tes komputer (rumus Excel) yang bagiku walaupun sudah diajarakan tetap terasa sulit.Dan setelah kegagalan-kegagalan yang tak asing lagi bagiku aku berusaha menyemangati diri sendiri walaupun saat ini memang terlihat bahwa aku tidak punya keahlian dilihat secara langsung, aku masih berusaha menyemangati diriku bahwa aku punya nilai dan kualitas yang masyarakat butuhkan aku hanya perlu kesempatan dan keberuntungan..
Setelah setiap proses kegagalan yang sudah tak asing bagiku ini..
Akankah akhirnya dapat ku tulis kisah suksesku..
Bagi orang lain mungkin kata SUKSES adalah sudah punya rumah di usia 25, sudah punya mobil di usia 23, atau hal-hal lain yang memang nyatanya dapat dikatakan SUKSES.
Tapi bagiku sukses untuk saat ini adalah melewati tes interview, berhasil diterima berkerja, memiliki pekerjaan tetap, dan bertahan dalam waktu yang lama degan posisi yang menjanjikan di perusahaan yang aku tuju.
Pada 9 Juni 2021 kemarin seharusnya aku sudah dapat pekerjaan, pekerjaan yang selama ini ku nanti-nantikan..
Cerita sedikit tentang ini..
Jadi tanggal 8 Juni itu aku di panggil ke 2 perusahaan sekaligus, syukurnya waktunya gak berbarengan panggilan pertama pukul 08:30 dan jaraknya gk begitu jauh dari kosan, dan yang ke dua cukup jauh yaitu di Cimahi tapi waktunya cukup yaitu 15:00. Sehari sebelumnya seperti biasa mempersiapkan segala sesuatu dari malam udah catokan, setrika baju, siapin barang apa saja yang perlu dibawa, sialnya jam tiga pagi aku kebangun karena perutku tiba-tiba sakit dan akhirnya aku Diare sampe tiga kali dan agak susah tidur sampai jam 6 pagi, jam 7 aku udah mulai siap-siap dan selesai cukup banyak waktu dan si bodoh ini menyia-nyiakan waktu yang ada, pikirku oh masih banyak waktu apa aku baring-baring bentar sambil baca-baca materi tentang perusahaan, sampailah jam 8 dan aku berngkat agak telat di 08:11 padahal perjalanan ke sana butuh waktu 30 menitan, "Bego dasara!!" tandasku dalam hati, sampai di sana syukurnya aku masih bisa interview walaupun aku tau keterlambatan itu mengurangi banyak point ku di mata recruite.
Selama wawancara aku bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajuin, dan pertanyaannya gk terlalu menyinggung soal pengetahuanku, tapi lebih ke sistem kerja yang perusahaan inginkan..
Interview pertama berhasil aku diminta memberikan waktu 2 minggu untuk perusahaan untuk mempertimbangkan apakah aku merupakan kandidiat yang mereka butuhkan.
Lanjut ke interview ke 2 pukul 15:00, Diare ku blm kunjung reda badan lemas dan perut mules, aku sempat berpikir apa aku minta Reschedule interviewnya tapi dengan tekat kalau aku mampu dan dengan tenaga seadanya aku pergi.Sampai di sana, sebenarnya aku sangat beruntung Tuhan tuh baik banget sama aku hari itu..
Interviewnya berjalan mulus juga, bahkan orang yang interview menunjukan sikap kalau mereka sangat tertarik sama aku, kekuranganku pun mereka maklumi (gak bisa bawa kendaraan) padahal pekerjaanku membutuhkan keahlian bisa membawa kendaraan tapi kata bossnya gakpapa bisa dianter dll, aku bahkan gak ditanyain macam-macam, gak ada tes dan pertanyaan-pertanyaan teknis yang sulit tuh gak ada. tapi mereka masih harus menginterview 2 kandidat lain kalau memang berjodoh aku bakal dipanggil kerja, tapi kalau gak ya berarti gak akan ada panggilan setelah 2 minggu kedepan, aku pasarah dan gak berharap banyak karena kekurangan aku sangat berpengaruh dan bisa aja 2 kandidat yang lain punya skill yang aku gak punya.
Tapi jujur aja sebenarnya aku lebih tertarik sama perusahaan pertama. Background perusahaannya aja udah beda jauh, perusahaam pertama bergerak dibidang Gas (yang merupakan kebutuhan pokok masyarakat) bahkan pada saat pandemi pun perusahaan tetap beroprasi dan gak terganggu oprasionalnya, sedangkan perusahaan ke dua bergerak di bidang Food and Drink cukup terdampak pada saat pandemi, yang awalnya mereka udah punya cukup banyak outlet sekitar 15an harus terpaksa tutup dan tersisa 6 outlet untuk sekarang.
Sepulang dari interview ke dua seperti biasa aku pasrah juga menyerahkan semua hasilnya ke Tuhan, aku udah berusaha semaksimal mungkin kalaupun usaha ku kali ini masih merupakan "Usaha Menjaring Angin" aku gak akan nyesel karena udah berusaha semaksimal mungkin.
Tapi Puji Tuhannya gak butuh waktu lama aku langsung dapat kabar kalau aku diterima kerja di perusahaan ke 2, malamnya aku dihubungi sama salah satu karyawan perusahaan itu dia bilang kalau dia diminta sama bossnya untuk bantuin aku nyari kosan di dekat kantor karena gk memungkinkan untuk PP selama kerja, bayangin aja PP jatinangor-Cimahi (damri ke Jatinangor aja hanya sampai jam 4 sedangkan jam kerja sampai jam 5). Dia saranin untuk aku ke kantor keesokan harinya yaitu hari rabu aku dilema banget waktu itu, dengan banyak pertimbangan akhirnya aku Packing barang-barang seperlunya untuk 4 hari sampai sabtu untuk balik ke nangor (karna kosan di nangor masih ada sampai akhir bulan kan, jadi aku masih punya waktu buat pindahan), pagi-pagi banget udah bangun siap-siap bawa satu ransel dan satu totebag penuh dengan tekat yang setengah-stengah aku pergi. Kenapa dengan tekat setengah-setengah karena jujur aku dilema banget apa iya aku terima ni kerjaan tapi aku masih ngarep banget perusahaan pertama itu, pikirku gakpapalah toh perusahaan ini hanya ngasih aku masa percobaan satu bulan untuk melihat kinerjaku apakah cocok dengan apa yang mereka inginkan.
Singkat cerita paginya kau langsung pergi untuk mulai bekerja, tapi karena pagi itu juga kau mendapat kabar dari perusahaan pertama mereka ingin mengkonfirmasi apakah aku bersedia dengan jadwal, gaji dan juga jam keraja yang mereka tawarkan, mendapat kabar seperti itu membuat aku semakin yakin kalau aku bakal dapat kesempatan untuk kerja di perusahaan itu dan begonya padahal aku udah nyampe dan siap buat bekerja, aku langsung memutuskan untuk ngomong ke bossnya kalau aku gak akan lanjutin kerja di sini karena aku lebih tertarik dengan tawaran dari perusahaan lain. Selepas ngomong ke boss aku langsung pulang dalam perjalanan aku sempat berpikir apakah keputusan yang aku buat adalah benar, apakah aku yakin dengan semua ini (sejujurnya kalaupun gak yakin udah gak bisa balik lagi) dan benar saja aku sangat menyesali perbuatanku hari itu.
Sepulang ke kostan aku membaca kembali pesan dari perusahaan pertama, jadi intinya mereka hanya sekedar mengkonfirmasi terlebih dulu dan belum tentu aku akan diterima...
Damn.!!!!
Selepas itu aku menangis sejadi-jadinya, menyesali keputusan gegabah dan bodohku tadi pagi.....
Sekali lagi aku menyesali tindakanku..
padahal ketika aku Sharing ke temanku kalau aku dapat panggilan kerjaan tapi aku lebih pengen perusahaan pertama kata temanku "sekarang bukan waktunya buat milih-milih lagi" tau-taunya aku si bego ini tetap menolaknya lagi dan lagi dan lagi. Dan sebagai teman yang baik temanku hanya dapat berkata "udah gakpapa masih di kasih kesempatan buat istirahat..."
Sampai detik terakhir aku menulis tulisan ini aku masih memikirkan betapa bodohnya aku..
Kembali berkutat mencari-cari lowongan pekerjaan sembari menanti kabar dari perusahaan gas yang sudah PHPin aku, dan kembali ke proses yang sebenarnya udah bikin aku muak banget.
Apply >>> dipanggil interview >>> Persiapan (belajar) >>> Capek bangun pagi Siap-siap ke tempat interview >>> Degdegan ngadepin Recruiter >>> Pulang (sembari menanti apakah kali ini masih merupakan usaha menjaring angin) >>> sampe kosan Capek lagi>>> DiPHP/DiGhosting
Kali ini aku merasa gak layak banget, aku ngerasa jadi pecundang banget, si sok pinter, si sok tahu..
Kemarin-kemarin setiap kali pulang dari Interview aku masih ada waktu buat ngeluh sambil berdoa kalau semoga kali ini usaha ku bukan lagi usaha menjaring angin, tapi untuk kali ini aku rasa aku benar-benar gak punya muka lagi untuk memohon apa lagi untuk mengeluh.. Kalau Tuhan bisa langsung ngomong mungkin Dia akan bilang "Toh aku udah ngasih kerjaan + orang-orang baik di dalamnya"
Tapi dengan tenaga yang tersisa aku membaca sebuah kutipan sore tadi:
"Kamu tidak ketinggalan,kamu tidak tersesat hanya karena kamu meluangkan waktu untuk melambat dan beristirahat. Dalam hatimu ada keraguan dan ada pertanyaan yang tidak kamu miliki jawabnya. Tapi itu tidak berarti kamu tidak berkembang, atau kamu tidak tumbuh menjadi orang yang kamu inginkan. Percaya pada perjalananmu dan terus lakukan yang terbaik. Dan meskipun saat ini hidup sedang menguji kesabaran dan kekuatan mu, percayalah bahwa pada waktunya sendiri hal-hal dalam hidup mu akan jatuh pada tempatnya."
Sedikit banyak tulisan ini memberi penyejuk buat aku yang begitu putus asa ini, aku yang kurang lebih 6 bulan mencari-cari pekerjaan, memohon agar segera diberi pekerjaan dan berjanji kalau diberikan kesempatan aku gak akan menolak lagi, tapi nyatanya aku tergiur atas sesuatu yang belum pasti dan membuang apa yang sudah jelas tersedia di depan mata... Aku yang hampir setiap hari melihat teman-teman seangkatan sudah dengan pekerjaan yang mereka pamerkan membuatku semakin mengasihani diriku atas kejadian penolakan ku atas perusahaan yang aku dambakan tempo hari.
Dan lagi sampai detik ini aku masih sibuk mengulangi fase yang sangat melelahkan.
Air mataku tak ingin berhenti keluar karena memikirkan betapa Tuhan menciptakanku sebodoh ini..


Komentar
Posting Komentar