Ucapan
Untuk Agustus terima kasih sudah mengajarkan beberapa hal..
Agustus mengajarkan betapa aku masih membutuhkan IBU dalam waktu yang masih sangat lama..
Agustus mengajarkan sikap tenang, sambil rebahan dan nonton drakor, atau main hp padahal isi kepala pusing mikirin masa depan yang penuh tanda tanya..
Agustus membawa insecure tiap malamnya..
Ada satu malam aku berbaring, air mataku tanpa sadar mengucur perlahan, hangat di pipi menyadarkan ku kalau aku memang sedang tidak baik-baik saja akhir-akhir ini..
Setiap malam aku berharap agar keinginanku dikabulkan..
"Datanglah keajaiban, sebesar kesungguhan dalam hatiku."
Menurut pandangan masyarakat, mungkin aku terlihat seperti seorang pecundang dalam persaingan..
Tidak punya keahlian, tidak sibuk mencari pekerjaan maupun bertemu banyak orang, hanya tinggal di kamar indekos sambil berusaha menghasilkan sedikit uang dari olshop.
Kehilangan teman, kehilangan pandangan hidup, kehilangan kepercayaan diri.
Agustus masih terasa berat ternyata..
Aku mulai lebih sering membandingkan diriku dengan teman-teman lain yang sudah bekerja entah bagaimana cara mereka mendapatkannya...
Sepertinya hanya aku yang kehilangan arah..
Seandainya aku lebih bijak waktu itu,
Andai saja waktu bisa diputar kembali ke sepersekian detik ketika aku melepaskan kesempatan besar itu..
Aku berharap aku bisa mencoba semua hal yang ragu-ragu untuk ku lakukan...
Sering cemas dan terlalu khawatir terhadap apa yang mungkin terjadi di masa depan adalah keahlian yang ku miliki akhir-akhir ini..
Sejujurnya dari dulupun begitu, tapi aku menyadari dengan baik belakangan ini..
Kata seorang penulis "orang yang sedang merasa tidak bahagia, akan menyesali banyak hal di masa lalu atau mengkhawatirkan banyak hal di masa depan."
Aku sangat setuju akan hal itu, semua tergambar dengan jelas di depan wajahku..
(kredit: Aku bukan menyerah, hanya sedang lelah)

Komentar
Posting Komentar