1/4 ABAD Berteman Sepi...
Selamat ulang tahun..
ucapku rintih dalam hati..
tahun ini tanggal ulang tahunmu begitu cantik, lagi tandasku dalam hati..
Dua angka kembar di awal dan akhir... 211021
Tapi tidak dengan keadaan...
Kehilangan teman, kehilangan kepercayaan diri, kehilangan kesempatan dan kehilangan harapan..
2021 banyak hilangnya..
Berkali-kali aku menyalahkan takdir..
Berulang kali aku mengutuk diri sendiri..
Banyak resolusi dan harapan yang ditulis pada ulang tahun tahun kemarin ternyata sampai diusia yang baru ini masih sekedar wacana.
Kata orang diusia sekitar 25-30 tahun, kita harus hati-hati menolak sesuatu karena katanya itu adalah peluang.
Menolak peluang kerja, menolak peluang orang yang suka sama kita, menolak peluang usaha.
Saat kita menolak semua itu, kita gak akan ditawarin lagi peluang ke-2
Saat kita menolak, berjuta-juta orang akan berjuang mengambil peluang itu..
Ya.., usia merenggut itu dari kita, usia membuat kesempatan susah datang jika sudah menolaknya..
Dan aku mengangguk setuju atas pernyataan tersebut...
Terhitung sejak awal tahun ini, semua berjalan dengan penuh pertanyaan yang hingga hari ini belum kutemukan jawabnya..
Takut, menjadi teman menenami bersama malam yang kian sunyi, suara tangis yang merintih terpaksa diredam agar tidak membuat penghuni rumah ikut terganggu tidur malamnya.
Ahhh, menjadi dewasa sesepi ini..
25 tahun..
Bagi sebagian orang adalah usia yang cukup matang untuk berbagai hal, menemukan partner hidup yang bisa untuk diajak ngobrol, jadi tempat curhat, teman jalan, ketika bertemu rasanya seperti pulang, dan kemudian menikah, bekerja dan punya posis yang bagus, gaji yang lebih dari cukup untuk memenuhi semua keinginan dan kebutuhan, dan yang terpenting bisa financial stability.
71 hari menuju 2022..
Dewasa ini punya banyak sekali ceritanya, banyak gagal dan kecewanya. Setiap malam aku memikirkan bagaimana kedepannya hidup ini aku bawa. Dewasa ini aku banyak kehilangan harapan saat masih dibangku sekolah yang tak kunjung terwujud. Rasanya ingin marah ketika semesta merubah semua rencanaku. Membuatku harus memilih jalan lain..
Tapi kemudian hari-hari ini aku belajar bahwa bukan hidup yang sulit dijalani, tapi pola pikir kita terhadap kehidupan yang terkadang terlalu rumit.
Mungkin...., mungkin saja ekspektasi-ekspektasi tak kunjung terwujud sejak awal tahun sampai hari ini dan sadar kalau tahun ini berlalu begitu saja. Kemudian teringat bagaimana bisa bertahan hidup lewati badai sampai hari ini, ketika melewati setiap malam dengan tangis tapi esok harinya harus diselesaikan dengan tampang baik-baik saja.
Ditahun 2021, aku masih punya November dan Desember, aku tidak berharap terlalu banyak, tidak juga meminta untuk 2 bulan terakir ini agar menjadi 2 bulan terbaik dari beberapa bulan sebelum berganti tahun. Hanya bisa berterima kasih untuk diri sendiri karena sudah menjadi jiwa yang kuat sampai pada titik ini, dan maaf belum beranjak ketempat yang lebih baik dari yang sudah direncanakan dan yang sudah diimpikan pada awal tahun ini.. Banyak keputusan penting yang entah bagaimana masa depannya..,
Seperti 6 tahun yang lalu ketika harus memutuskan utuk merantau dan kuliah, aku gak pernah tahu bagaimana masa depanku, bisakah menyelesaikan kuliah dan dapar gelar yang aku mau dengan uang seadaanya dan bermodal nekat aku memantapkan langkah kaki keluar rumah.
Begitupun tahun ini, ku putuskan untuk kembali "MERANTAU"...
ketempat yang baru dan bahkan tidak terlihat masa depannya, membuat aku semakin merangukan diri sendiri.
Sering banget kepikiran "Kenapa ya aku harus ada dikondisi kaya gini?" tapi selalu diingetin lagi, gak ada yang salah sama keadaan, mungkin aku dipilih Tuhan ditengah keluarga, lingkungan, dan kondisi yang sekarang karena memang untuk di situ, di dunia ini tidak ada yang terjadi secara kebetulan, sebab semuanya terjadi karena sesuatu alasan.
Aku terlihat dengan jelas tertinggal...
Menganggur tepat setahun, tidak punya keahlian, dan tak berguna.
Ego dan gengsiku terlampau besar dibandingkan dengan peluang dan juga komptensi diri.
Sampa jumpa dititik terbaik yang sudah direncanakan Tuhan.

Komentar
Posting Komentar