Hello 2022

 Waktu yang ku jalani akhir-akhir ini terasa cepat..

2022 bukan lagi menjadi bayang tapi sudah jelas terlihat datangnya.
senang bisa menjadi bagian di tahun ini, ternyata masih diberi sempat untuk mencicipi udara segar di tahun 2022.
2021 terasa biasa saja, dari awal tahun dilalui dengan pikiran harus segera dapat kerjaan, berlomba dengan teman siapa yang lebih dulu diterima berkerja dan berhasil mencicipi gaji pertama setelah wisuda, masuk kuarter ke dua tahun 2021 ternyata diri ini masih saja melakukan kesalahan dan melewatkan kesempatan yang datang, sampai tidak terasa sudah dipenghujung tahun saja belum ada yang tercapai, belum ada yang terealisasikan, isi kepala masih penuh dengan membandingan dan hati merasa sesak melihat pencapaian yang lain walaupun pun bukan jauh lebih dari ku setidaknya mereka sudah berjalan bahkan berlari sedangkan aku bisa dikatakan jalan di tempat.

"Kata sebagian orang ini hanya saol waktu, tiap orang di hidup kita akan menyakiti hati kita setidaknya bikin kecewa. Gak selalu karena mereka salah, tapi bisa juga karena ekspektsi kita sendiri. Karena gak semua orang bisa memenuhi ekspektasi kita begitu pula kita gak bisa memenuhi ekspektasi semau orang."

Hal itu benar saja terjadi dipenghujung tahun hidup ku.
aku diberi kesempatan bekerja di sebuah cafe, bertemu orang-orang baru, karakter baru, sikap baru.
Awalnya aku merasa gak mau ada di bidang usaha ini (F&B) tapi lagi setelah kilas balik sayang sekali kalau-kalau aku melewatkan kesempatan ini pikirku bukan kah ini yang selama ini aku doakan (minta pekerjaan), siapatahu kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya (pengalaman bekeja di rumah makan di Jatinangor). Ternyata tidak semudah itu, aku dihadapkan dengan manusia-manusia yang punya sikap dan karakter yang berbeda, beberapa begitu hebat dibidangnya, beberapa lagi pun sedang berusaha belajar sama denganku.
Jujur boleh dikatakan kesempatan pernah ada di sana adalah sesuatu yang sangat berharga sekaligus pengalaman sangat buruk.
Singkat cerita aku mendapatkan masalah karena aku tidak mengekang lidahku dan menganggap semua orang dan situasi bisa di jadikan bahan bercandaan (kesalahan terbesarku). Lalu aku menyebutnya "FITNAH" ya aku merasa di fitnah karena bisa dikatakan salah satu rekan kerjaku menyampaikan hal yang benar-benar tidak ku katakan atau bisa dibilang dia menyampaikan sesuatu yang didengar dengan prespektif atau opini yang dilebih-lebihkan. Aku terpancing emosi hari itu, aku bentak orangnya di depan banyak orang, aku marah-marah dengan nada yang cukup tinggi, aku benar-benar merasa harga diriku hancur hari itu. Dan pada akhirnya aku memutuskan berhenti bekerja sebelum masa kontrak ku selesai.
Begitulah aku menutup akhir tahun 2021 dengan penuh kekecewaan, dengan penuh amarah, dan penyesalan.
Aku menyesal tidak bisa menjadi sesorang yang bijak dan menghadapi masalah, aku kecewa ternyata aku belum dewasa secara emosional, dan aku marah pada diriku sendiri karena bersikap seperti itu, aku merasa malu ketika mengingat kejadiaan itu yang sampai hari ini masih tergambar dengan jelas.


Harapku untuk 2022 yang inginku jalani pertama dari semua yang ada, aku berharap aku mendapatkan pekerjaan yang terbaik dari yang terbaik, aku gak ingin nganggurku terbuang percuma tanpa ada hasil tentu saja setahun kebelakang aku mendapatkan banyak pelajaran dari waktu menganggurku dan aku gak mau semuanya jadi momen yang akan aku lupakan begitu saja aku berharap ini akan selalu aku ingat dan ceritakan disepanjang sisa hidupku kelak mulai dari seberapa bodohnya aku perihal memilih-milih kerjaan, sampai pada seberapa soknya ku berpikir kalo aku adalah seseorang yang mudah beradaptasi dan cukup dewasa dalam besikap. (ternyata aku tidak mengenal diriku selama ini).



Aku berharap orang tuaku (terkhusus mami) diberikan umur yang cukup panjang untuk memiliki waktu bersama kami, aku berharap beliau tidak sakit parah (bukan karena tidak ingin mengurusnya tapi lebih ke kasian aja kalo beliau sakit dan gak bisa menikmati hidupnya). Aku berharap saudara-saudara kandungku diberi kelancaran dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi mereka. Aku berharap untuk orang-orang yang membenciku selama ini menemukan jawaban dan alasan yang tepat mengapa mereka membenciku. Aku berharap untuk orang-orang yang mengasihi ku menemukan alasan untuk terus bebuat hal serupa untuk orang lain selain aku. Aku berharap untuk semua orang yang tak mampu ku sebutkan satu persatu nama mereka agar mereka dicukupkan dengan segala keterbatasan yang hidup berikan kepada mereka.
Yang terakhir semoga 2022 tidak seburuk tahun sebelumnya.


Komentar

Postingan Populer