Half of 2023
Biasanya aku rutin menulis di Blog ini tiap kali ulang tahun ku atau anggota keluargaku, bahkan aku rutin menulis pesan singkat akhir tahun, atau resolusi awal tahun yang jelas saja selalu tidak pernah terealisai.
Katanya hidup ini seperti bab-bab dalam sebuah buku beberapa bagian sedih beberapa lainnya senang. Kadang suka mikir mau sampe kapan kerja di sini? terus suka mikir juga, katanya kalo jodoh itu gk jauh dari lingkungan kita. lalu sadar kalo keseharian ku kerja di lingkungan kantor yang kecil, ketemu sama karyawan cowok yang itu-itu saja mana sudah pada nikah pula, sepulang kerja langsung pulang gak nongkrong ataupun bangun relasi terus bakal ketemu jodohnya dimana, kapan, dan bagaimana?
Aku berharap bisa ketemu sesorang yang punya energi yang sama yang bisa diajak ngomongin apa aja, bisa berbicara lepas tak terbatas tanpa mikir ini pantas atau nggak, menerima aku apa adanya meskipun aku cuman seadanya dan orang-orang kayak gini gak akan pernah berubah meskipun kita jarang jumpa. Aku gak tahu lagi kenapa, cuman lagi capek aja ada banyak ekspektasi yang lagi aku pikirin hanya merasa sedang tidak berguna dan tidak cukup layak untuk siapapun.
I'm almost 27 now
Kehidupan luar biasa sepertia apa yang diinginkan atau kehidupan yang biasa-biasa saja tak ada bedanya.
ada begitu banyak quotes-quotes menarik di sosial media katanya:
carilah pasangan yang kakak-adeknya tidak cemburu terhadap perhatian yang kamu dapat dari pasanganmu. Ada juga yang katanya "mending menikah sebentar bergekar janda/duda muda dari pada "perawan tua" 27 tahun belum menikah".
Pada akhirnya semua kriteria luntur sudah di usia hampir menginjak kepala 3 yang terpenting "yang tahan ama kelakuan ku dan aku tahan ama kelakuannya dia" "yang mau ama aku dan aku mau ama dia". Katanya juga carilah pasangan yang ke TIDAK SEMPURNAANNYA bisa kamu maklumi seumur hidup. Setidaknya dengan begitu kita gak akan menyerah sama hubungan dengan alasan "aku gak bisa lagi menerima kamu yang kayak gini".Semoga, di sisa tahun ini mudah-mudahan ketemu dengan yang sama-sama siap, sama-sama srek, sama-sama direstui orang tua.
karena kebanyakan yang sering terjadi, setelah sekian lama sendiri kalaupun ada yang tiba-tiba deketin jadinya malah gak nyaman, aneh, kabur, dan di blokir, karena yang deketin bukan sosok yang kita harapkan.
Sejujurnya aku bukan tipe yang ngebet perkara menikah, bahkan sampai usia hampir 27 ini, bagiku biasa saja perihal pernikahan, aku menyadari betul pernikhan bukanlah hal yang harus aku buru-burukan, persetan dengan seluruh teman SMA yang sudah pada nikah, punya anak ke 2 dan apapun itu sekalipun karirku tidak menjulang setinggi langit, sekalipun jika pada kenyataannya aku tidak menemukan seseorang pendamping aku tidak peduli. Hanya saja ada sesuatu dalam diriku yang terus merontak dan bilang kalau itu bukan sesuatu yang benar. "Tidak baik jika manusia itu seorang diri" kalimat itu mengingatkanku tidak baik kalau kita hidup hanya seorang diri, kita masih membutuhkan seorang penolong mungkin dalam berbagi sudut pandang, berbagi masalah, dan sebagainya. tapi aku pun menyadari kalau jodoh itu bukan sesuatu yang bisa kita usahakan, walaupun ada yang bilang jodoh itu ya harus di cari. tapi aku yakin 100% kalau jodoh itu akan datang dengan sendirinya. mungkin aku memang butuh waktu yang lebih lama dari yang lain untuk menemukan jodohku, mungkin ini memang yang tuhan sediakan untuk aku jalani.
Setengah tahun berlalu, terserah engkau saja. begitulah bunyi doaku, singkat, padat, dan pasrah.

Komentar
Posting Komentar