BODY SHAMING

                Hal ini sebenarnya sudah cukup mengganjal dan ingin seklai ku bahas, bagaimana orang mengukur tara kecantikan dari bentuk tubuh seseorang atau bagaimana sesorang dinilai kesehatannya dari ukuran badan mereka, atau bahkan bagaimana seseorang di nilai TIDAK BAHAGIA bahkan STRES hanya karena ukuran badan mereka yang sangat kurus. Beberapa orang menilai kita melakukan bulliying atau body shaming ketika mengatai bentuk tubuh orang gemuk saja, itu adalah pemikiran atau prespektif yang melekat dalam pikiranku, tapi sadar atau tidak banyak orang kurus merasa sangat tertekan dengan kritikan tentang bentuk tubuhnya, jangan pikir ketika kalian mengatakan kepada teman kalian “eh, makin kurus aja ya,” atau “eh, kurusan ya sekarang” dan mereka akan sangat senang dengan hal itu. Guys let me tell you something… gak ada satu orangpun yang senang ketika dikatakan tentang  perubahan bentuk badannya, ketika kalian mengatakan atau sekedar membuat lelucon tentang bentuk tubuh seseorang didepan orangnya langsung mungkin dia akan ikut tertawa bersama kalian atau diapun akan secara terpaksa membuat lelucon tentang tubuhnya, aku menjadi salah satu orang yang sangat rishi ketika berbicara mengenai bentuk tubuh karena tubuhku bisa di  bilang sangat tidak idealisi postur badanku yang bisa dibilang tinggi semampai mungkin menjadi dambaan banyak orang tapi terlepas dari berkat yang satu itu berat badanku sama sekali tak memenuhi berat badan idealis, tinggi badanku 167 cm ketika di hitung untuk menentukan berapa berat badan idealku seharusnya ada dikisaran 56 kg dengan rumus: BB ideal = (tinggi badan (cm) – 100) – ((tinggi Badan – 100) x 15%) tapi kau tau apa beratku hanya 46kg kurang sepuluh kg dari berat idealku bagaiman kau bisa membayangkan betapa kurusnya aku, dan hal itu menjadi bahan olok-olokan yang perlahan-lahan membuatku minder. Oke mungkin banyak diluar sana ada yang sangat ingin menurunkan berat badan mereka, mereka sangat mendambakan badan yang kurus bak model. Yang gebuk sangat ingin menurunkan berat badan mereka dan yang kurus sangat ingin menaikan berat badan mereka, aku mulai menyadari bahwa setiap apa yang kita alami untuk tubuh kita, apa yang kita rasa terjadi tak sesuai dengan harapan dalam diri kita seperti berat badan yang tidak ideal atau warna kulit yang tidak seperti yang kita inginkan dan banyak hal lain yang mungkin masih menjadi ketakutan untuk diri sendiri. Jujur aku pun masih sering menilai ganteng dan cantiknya seseorang dari bentuk tubuh merek, contohnya saja “iya ya, si A ganteng sih tapi saying badannya terlalu kurus, atau si B cantik sih tapi sayang dia terlalu gendut dan masih banyak lagi. Banyak pengalaman tidak mengenakan soal bentuk tubuhku yang sangat kurus bahkan jika standar berat badan diukur untuk mengukur bagaimana seseorang dapat dikatakan tumbuh maka aku akan dikategorikan sebagai mayat hidup, aku pernah di katai bagiku ini sindirin secara halus yang sangat menyakitkan ada salah satu customer yang sudah bisa dikatakan menjadi langganan di tempat kerjaku dia berkata “eh, udah lama ya tidak bertemu, kayanya kamu aja deh yang bertahan kerja disini dibanding dengan teman-teman yang lain (oke, sebenarnya aku awalnya gak tahu ini orang maksudnya apa, entah menyindir atau memujiku karena loyal bekerja)” aku jawab dengan nada yang sangat ramah dengan senyuman yang menyungging dipinggir bibirku “iya, bu..” dan ibu tersebut membalasnya “ iya, tapi badan  kamu makin habis (Kurus)  tuh” denggg…. Bagai disamber petir disiang bolong aku hanya begong  kemudian ku balas perkataan ibu tersebut dengan senyuman yang lebar, bahkan satu ketika aku pernah dibecandain oleh salah satu teman kerjaku entah pembahasan apa yang kita bahas sebelumnya lalu dia berkata berkata sambil tertawsa dan menyebutkan namaku "ahahahahha, dia mah gak bawa pantatnya". Aku cukup frustasi dengan semua anggapan-anggapan yang terkadang membuatku meresa bahwa tubuhku adalah masalahnya, masaslah yang harus ku atasi atau ku ubah bagaiman mereka menghubung-hubungkan betapa stressnya aku karena berat badanku yang tak kunjung naik, atau seberapa parahnya sakitku karena betapa kurusnya aku  tapi sekeras apa aku mencoba tak mampu menaikan berat badanku sempat terpikirkan olehku untuk membeli suplemen penambah berat badan, susu berlemak tinggi, vitamin penambah berat badan yang seperti dijual di situs belanja online bahkan ada salah satu temanku berkata mungkin kamu cacingan coba deh minum obat cacing. Memang benar semua hal yang orang lain anjurkan untukku agar aku bisa menaikan berat badanku belum ku coba, tapi aku pastikan asupan makanku pola makanku ku jaga aku berusaha untuk makan dua kali sehari dengan porsi yang bisa di katakana cukup banyak bahkan jika aku tak sempat untuk makan siang, sore hari sebelum aku kerja akan kusempatkan untuk makan dan akan makan lagi pada malam harinya. Aku tidak meminum suplemen penambah berat badan meminum susu ataupun meminum obat cacing karena bagiku semua itu tak perlu walaupun aku tahu semua harusnya sudah ku coba sebelum ku tulis pengalaman ini.



                Satu hal yang pasti mulai sekarang aku akan mencintai bentuk tubuhku, mau sekurus apa badanku, mau sedatar apa buah dadaku, seberapa kosongnya bokongku atau mau sejelek apa wajahku tanpa riasan, aku sedang berusaha menerima keadaanku sepenuhnya dan lebih memilih untuk melakukan hal-hal yang bisa membuatku bahagia. Ada suatu kejadian bagaimana aku menghargai bentuk tubuh seseorang, saat itu temanku mulai mengoceh tentang seberapa dia tidak mengingini bentuk tubuhnya karena perutnya di tumpuki lemak yang membuat dia tidak PD, dia melakukan diet ketat dan melakukan olahraga namun dia tidak mampu mengecilkan perutnya yang berlemak, dibandingkan dengan bentuk tubuhku badan temanku boleh dikatakan sangat proposianal, bokongknya berisi, wajahnya yang manis dengan kulit coklat yang eksotis, tapi semua itu adalah kelemahan baginya, ya.., memang semua punya standar kecantikannya masing-masing  standar kecantikan yang ku anggap tidak bisa di bandingkan dengan yang temanku inginkan setiap orang punya standarnya masing-masing bukan.
Walau tidak bisa ku pungkiri bahwa terkadang perkataan orang-orang tentang tubuhku membuatku rishi, ketika orang-orang itu mulai membaca hal ini tolong mngertilah, tidak semua orang kurus itu stress, tidak semua orang kurus itu penyakitan bukankah semua orang mempunyai penyakitnya masing-masing terlepas seberapa parah penyakit yang di deritanya. Jujur jika sebagian dengan gampang melupakan apa yang dikatakan pada mereka bagiku tidak, perkataan seseorang akan sangat berdampak bagiku, aku akan seharian penuh memikirkan apa maksud dari perkataan orang tersebut, dan menanyakan apa yang salah dari diriku. Tapi dengan semakin dewasanya aku mulai menyadari satu hal tidak ada di dunia ini yang bisa membagiakan kamu kecuali pikiranmu sendiri. Aku sedang berusaha untuk mencintai diri sendiri tanpa membuat diriku terlihat egois, berusaha untuk tidak membuat orang lain memanfaatkan, membatasi, atau menyakitiku entah itu dengan perkataan mereka, ataupun perbutan mereka. Aku sedang belajar untuk mencintai diri sendiri dan menerima keadaan diriku sepenuhnya, aku mulai menyadari betapa berharganya setiap kita terlepas dari setiap hal yang tidak kita sukai dari diri sendiri. Satu yang pasti permasalahan body shaming ini bukan hanya menyangkut orang berbadan gemuk saja.     


Komentar

Postingan Populer