Cinta Tak Pernah Tapat Waktu
Balik lagi dengan kutipan Higlight dalam sebuh buku kali ini dengan judul Cinta Tak Pernah Tepat Waktu karyanya Puthut EA, menurutku buku ini seru karena banyak kalimat-kalimat yang menarik dan bisa dijadikan Caption instagram..😁
Cerita didalamnya dibahas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami..
Aku gak bermaksud jelek buat sharing isi buku tanpa sepengetahun penulis, penerbit, dan berbagai pihak lainnya...
Hanya saja smoga Bermanfaat bagi yang nyari referensi buat bacaan..
➤ Mungkin memang ada sesuatu yang datang, terjadi, hanya untuk sia-sia...
➤ Aku benci mengapa aku dibiarkan menempuh perjalanan sunyi ini seorang diri..
➤ Aku ingin tetap menjadi manusia. Aku tetap ingin kadang bersedih. Tapi, aku juga ingin sesekali bahagia, aku ingin membangunkan seseorang dari tidurnya. Aku ingin membuatkan minuman, aku ingin membunyikan musik yang membuatnya tersenyum, aku ingin membacakan puisi-puisi pendek, aku ingin membisikan kata-kata sederhana, aku ingin berterus terang tentang masa laluku, aku ingin ia menerimaku bukan karena cerita-cerita bodohku, bukan karena mereka terlena oleh kalimat-kalimat yang kupilin dan kupintal.
➤ Aku tidak ingin cinta yag sejati. Tapi, biarkan aku mencicipi cinta yang bukan sesuatu, biarkan aku berjuang dan bertahan di sana. Biarkan aku berjuang dan bertahan disana, biarkan aku tersikasa untuk terus belajar setia, sesungguhnyaaku hanya ingin kebahagiaan yang sederhana, sesederhana membangunkan seseorang dari tidurnya di pagi hari, dan kemudian bercinta...
➤ Aku bukan Playboy, aku hanya orang yang tidak kenal menyerah dan tidak beruntung, tidak lelah-lelahnya mencoba berpacaran dan selalu gagal, karena sering mencoba itu lalu orang-orang dan juga kamu menuduhku Playboy...
➤ Aku telah mencintai seseorang dan dia meninggalkanku, satu-satunya kesalahanku adalah karena aku terlalu mencintai orang itu, dan sialnya aku tidak bisa mencintai yang lain lagi...
➤ Aku tidak ingin jatuh cinta dengan kota ini, kalau begitu jatu cintalah dengan salah satu penghuninya
➤ Susah melupakan dia, ya.? Dulu, Sekarnag sudah lumayan. Pasti itu menyebalkan bagi orang-orang setelah dia.
➤ Aku kembali dijangkiti perasaan malas, malas dalam artian seluas-luasnya. Malas bekerja dan malas berhubungan dengan seseorang. Aku tidak tahu persis sebabnya apa..
➤ Mungkin karena berkali-kali "GAGAL" Aku mengidap penyakit kelelahan dalam hal mencari pasangan. Capek membayangkan bagaimana aku harus kembali berkenalan dengan seseorang, berbasa-basi, melakukan berbagai kompromi, menyelundupkan pesan bahwa ada banyak kemungkinan diantara kami di depan, dan tetek bengek lainnya, membayangkan itu semua aku sungguh capek.
➤ Aku mulai masuk dalam perjalanan yang melelahkan, sebuah perjalanan yang sungguh mati, aku tidak ingin mengulanginya lagi, dan sialnya aku mengulangnya walau dengan setengah hati.
➤ Terserah apakah ia mau membalasnya atau tidak, ia mirip alamat kosong, tai saat itu aku tidak peduli lagi, aku hanya butuh alamat, peduli benar apakah ada penghuninya atau tidak.
➤ Aku sering berpikir aku termasuk orang yang sial dalam hidup ini. sering aku hanya bisa mengurung diri di dalam kamar, merenungi perjalanan hidupku yang kuanggap tidak kemana-mana, tidak pernah beranjak menjadi lebih baik, aku seperti hilang semangat, sering memang rasa suntuk yang akut menyinggahi hidupku, cukup serius, bahkan.
➤ Ada yang tidak terpenuhi dalam hidupku, tetapi aku tidak tahu persis.
➤ Hari sudah siang ketika aku memutuskan untuk bangkit dari tempat tidur, sebenarnya sudah sekitar dua jam aku terbnagun dari tidur tapi tetap membiarkan tubuhku tergolek diatas tempat tidur, tidak tahu harus berbuat apa.
➤ "Apakah kamu nanti tidak akan menyesal jika menikah denganku?" "Mungkin, tapi kamu juga bisa menyesal" "Bagaimana kalau kita bicarakan ini baik-baik sehingga kelak jika kita memang memutuskan untuk menikah, tidak ada yang menyesal?" "Kamu pikir orang-orang yang sudah menikah itu tidak pernah menyesali keputusan mereka?"
➤ Mungkin ini yang menyebabkan aku tidak pernah sukses berhubungan dengan seseoarang, aku takut sekali dengan pernikahan. Tapi, itu baru mungkin, sebab aku menduga ada hal lain.
➤ Dan lagi-lagi ku tidak bertanya mengapa ia bersedih, mungkin "SEBAB" adalah sesuatu yang sedang tidak penting bagiku saat ini.
➤ Dan diam-diam, aku semakin merasa beruntung bisa menikah dengannya.
➤ Hei, selalu masih ada nasib baik dihidup ini. Hei, hangan pernah menghancurkan harapan seseorang, sebab jangan-jangan hanya itu satu-satunya hal penting yang mereka miliki.
➤ Kamu bukan pahlawan tapi kamu orang yang mandiri, kamu bukan orang hebat tapi kamu tahu persis bagaiman agar selalu bisa belajar dari kesalahan dimasa lampau, kamu tahu dunia ini kacau dan sakit, tapi kamu tidak bole tidak punya harapan, kamu tidak pernah mengerjakan hal-hal besar, tapi kamu yakin selalu ada hubungan yang erat antara kerja-kerja kecil dengan perubahan-perubahan besar, kamu menghormati orang yang lebih tua, menyanyangi anak-anak kecil, dan senantiasa melemparkan senyum, mengulurkan tangan pada teman-teman sebaya.
➤ Sekedar mengusir kenyataan-kenyataan buruk bahwa memang dunia ini tidak baikbaik saja.
➤ Mengapa kamu beri aku imblan yang sangat besar untuk kerjaku yang sangat sederhana ini?
➤ Kamu juga punya masalah besar dalam hidupmu: yaitu mencari pasangan hidup! Di sanalah kamu snagat bermasalah, tidak ada seorang yang kamu bangunkan di pagi hari...
➤ Dan bahakan alkohol pun tidak lagi sanggup mengusir bayang-bayang kelam ini.
➤ Dewasa sedikit dong! Bijak sedikit! Bukankah itu bukan semata-mata salah dia? Bukankah justru karena itu kamu bisa tumbuh dengan laebih kuat? Ingat kalimat bijak: belajar adil sejak dari cara berpikir!
➤ Wahai diri, belajar dewasalah! Kamu sudah melampaui banyak hal yang getir, juga masa lalumu yang buruk dengan dia, kamu bisa melewatinya, kamu memang terluka tapi itu sudah terjadi...
➤ Bahkan akupun ingin meninggalkan diriku sendiri kalau bisa!
➤ Aku memang kehilangan beberapa hal dalam hidupku, tapi aku mendapatkan hal yang lain, dan aku sadar bahwa itu juga akan terjadi pada banyak orang..
➤ Ia telah tumbuh dengan begitu dewasa, mungkin sebuah keluarga, sebuah pernikahan, membuat orang berkembang lebih cepat untuk menjadi dewasa..
➤ Bertahun-tahun mereka menempa diri mereka untuk semakin menjadi batu..
➤ Kenangan, sebuah dunia yang aneh.
➤ Ia, kenangan, bisa datang dari apa saja, dari mana saja, seperti setan, ia bisa menyentak ketika kita sedang mengaduk minuman, ia bisa menerabas hanya lewat satu adengan kecil di film yang sedang kita tonton, ia bisa menyeruak dari sebuah deskripsi novel yang sedang kita baca, ia bisa bersemayam di mana-mana di bau parfum orang yang bersimpangan dengan kita, di saat kita sedang termangu di pantai, di saat kita sedang medengarkan lagu..
➤ Kenangan itu seperti kubangan lumpur hidup, tanpa sadar kita telah terperosok di dalamnya, dan ketika kita mencoba untuk keluar dari kubangan itu, ia semakin meyedot masuk. Ia, kenangan, seperti sepasukan kecil gerilyawan yang liat, ia bisa bersembunyi dibalik angin malam, dan hujan, ia bisa datang dengan pembedaan, ia bisa datang dengan melakukan pembedaan, ia bisa datang dengan melakukan persamaan, ketika kita sedang membaca sebait puisi sedih, ia akan mendatangi dengan persamaan. Ketika kita sedang membaca puisi yang memberi semangat, ia datang dengan pembedaan, menyeret semangat kita mejadi sedih kita, dan itulah kesedihan terbesar.
➤ Mengapa kalau seseorang yang aku sukai mengingatkan aku untuk makan, aku menganggap itu aalah cara dia untuk menunjukan rasa cinta, sedangkan jika orang lain yang memperingatkan aku untuk makan, kuangga sebagai sikap yang berlebihan dan cerewet? Kalau seseorang yang kusukai tidak menepati janji di sebuh peristiwa, aku menganggap: ah, begitulah manusia tidak ada yang sempurna, tapi jika orang lain, terutama setelahnya, kuanggap telah menodai sebuah hubungan? Mengapa jika seseorang yang kusukai menyeletuk tentang sesuatu yang berbeda dengan keyakinanku, aku akan memaklumi dengan berkata bahwa toh manusia bisa berubah, tapi kalau orang lain setelah dia, aku mengatakan betapa kami berdua telah berbeda secara prinsip? Sialnya lagi, setiap badai kenangan itu turun, ia hanya mempunyai satu kepastian: rasa sedih yan menyesakan.
➤ Kenangan dan kesedihan, dua bersaudara yang aku tidak pernah tahu sampai detik ini yang manakah yang lebih tua dan yang mana yang lebih muda.
➤ Mengapa orang-orang memenuhi album foto mereka dengan acara ulang tahun, wisuda, momen pernikahan, dan lainnya? Kenapa momen sedih tidak pernah mencoba dikekalkan? Jawabannya karena kesedihan itu dasyat!
➤ Saat kamu menonton sebuah film yang mempunyai adengan sepasang kekasih berpelukan di pantai, kamu ingat saat kamu kali pertama pacaran dibangku SMA, ingat itu cinta pertama yang kata orang adalah hal yang tidak akan gampang dilupakan, itulah saat pertama kali kamu memeluk perempuan dan itu kamu lakukan dipantai, pantai dengan pantai! sepasang kekasih berpelukan dengan kamu yang sedang memeluk pacarmu. Itulah alasan mengapa tidak semua pantai membuatmu tersenyum?
➤ Lihatlah, bahkan dalam bentangan jarak yang sangat rumit itu, kesedihan jauh lebih perkasa dibanding dengan kesenangan!
➤ Ya aku memang sedang merenungkan diriku sendiri, menceritakan diriku sendiri, yang tidak lain adalah dirimu!
➤ Kamu sadar ada yang tidak baik bagimu, dan kamu berusaha melupakannya, kamu juga sadar bahwa ada yang baik bagimu, dan kamu mencoba mengekalkannya, mengingatnya, tapi apa yang terjadi? Hal buruk yang ingin kamu lupakan malahan sering datang, hal baik yang kamu ingin ingat terus malah gampang lupa.
➤ Siapa bilang menikah beda agam itu membuat sebuah rumah tangga tidak bahagia? Justru sebaliknya, setiap orang diajak sejak dari rumah mereka sendiri untuk belajar menghormati keyakinan orang lain.
➤ Begini dik dulu aku bercita-cita mempunyai istri yang cantik, cerdas, kaya, dan kalau bisa dari anak bangsawan.., tapi ketika aku berumur 27 tahun, sosok yang kuidamkan itu belum juga kudapatkan. lalu aku menurunkan kriterianya menjadi ceras, cantik, dan kaya. Tapi seiring waktu, tetap saja aku belum mendapatkannya, lalu kuturunkan lagi menjadi cerdas dan cantik saja, toh kekayaan bisa dicari bersama-sama nanti. Eh, ternayata tidak dapat juga. Akhirnya aku bingung, padahal kriteriaku tinggal cerdas dan cantik saja. Kalau kuturunkan lagi apa yang aku pilih ya? Kalau cantik tidak cerdas bagaimana aku ngajak ngomong dia? Kalau cerdas tapi tidak cantik.., ya gimana juga? Tapi lihatlah dik, istriku ini bukan dari kelas bangsawan, tidak begitu kaya, tidak begitu cantik, juga tidak begitu cerdas.., tapi Tuhan memberikan anugerah luar biasa padanya, ia orang yang sangat bijaksana.
➤ Aku ingin mengatakan untuk yang terakhir kalinya bahwa aku sangat ingin menemani mas dan anak-anak di hidup ini, tapi Tuhan sepertinya menginginkan yang lain, tidak mengapa kan.? Toh aku tetap menemani mas dan anak-anak hanya saja di dunia yang berbeda.
➤ Selama bersamamu aku hanya punya satu kesimpulan besar: aku tidak punya alasan untuk tidak mencintaimu sampai kapan pun..
➤ Mungkin selama ini kamu masih menyimpan harapan, dengan diam-diam dan tersembunyi bahwa ah.., mungkin ia belum menikah, ah.., mungkin kalian akan ketemu suatu saat dan balik lgi.., padahal kamu terluka, padahal bukan itu ralitasnya. Sekarang sudah jelas sudah, ia sudah meninggalkanmu, ia sudah menikah, ia sudah punya anak, ia cukup bahagia, sekalupun ia bilang bahwa ia mencintaimu.
➤ Hidup memang keras dan kejam, tapi bukan berarti harus melacurkan cita-cita dan harapan.
➤ Aku tidak habis pikir dengan jalan pikiran Tuhan, begitu banyak orang cantik di dunia ini, mengapa tidak ada yang mau jadi pacar kita-kita.
➤ Beginilah hidup! Ada saatnya senang dan ada saatnya sedih.
➤ Ingat tugas yang paling menyenangkan adalah mencoba memberikan harga pada berbagai peristiwa juga hal-hal yang sepintas dianggap tidak menyenangkan.
➤ Apa yang hendak kuceritakan? Aku mau menceritakan ketololan masa lalu itu? Menceritakan bahwa aku mencintainya.

Komentar
Posting Komentar