My Insecurity
Terlahir dengan tubuh yang kurus, langsing, dan bentuk tubuh yang sempurna..
Siapa yang tidak ingin,..
Di sini, hari ini aku ingin menceritakan kekuranganku, ketidak merasa amananku terhadap diriku sendiri.
Aku terlahir dengan tubuh yang bisa dibilang cukup tinggi dibanding dengan perempuan lainnya, secara ukuran tinggi perempuan indonesia ada dikisaran 150an cm, aku bersyukur akan hal ini, ketika aku tumbuh remaja dan menginjak usia dewasa aku dipuji karena aku berhasil tumbuh tinggi dan berat badanku yang normal kala itu membuat aku sangat mensyukuri hal itu. Setiap kali teman ibuku menatapku yang ku terima adalah pujian bahwa aku tumbuh dengan baik karena tubuhku yang tinggi dibanding teman-teman sebayaku, "wah, umur berapa tinggi banget ya" "dikasih vitamin apa anaknya bu?" "kelas berapa sih, kok sudah setinggi ini?" perkataan itu bagiku sebagai pujian. Hingga di sinilah aku berada saat ini ketika usiaku benar-benar dewasa dengan segala pandangan yang dilontarkan dari berbagai orang terhadapku pada usiaku saat ini, atau lebih tepatnya setelah usiaku menginjak kepala dua, yang ku dengar tentang tinggi badanku tidak lagi terdengar sebagai pujian, itu telebih terdengar seperti SARKAS yang dilontarkan tepat di depan wajahku..
Hal ini sebenarnya sudah cukup mengganjal dan
ingin seklai ku bahas, bagaimana orang mengukur tara kecantikan dari bentuk
tubuh seseorang atau bagaimana sesorang dinilai kesehatannya dari ukuran badan
mereka, atau bahkan bagaiman seseorang di nilai TIDAK BAHAGIA bahkan dikatakan STERS hanya
karena ukuran badan mereka yang sangat kurus. Beberapa orang menilai kita
melakukan bulliying atau body shaming ketika mengatai bentuk tubuh orang gemuk
saja itu adalah pemikiran atau prespektif yang melekat dalam pikiran banyak orang zaman dulu, tapi
sadar atau tidak banyak orang kurus merasa sangat tertekan dengan kritikan
tentang bentuk tubuhnya, jangan pikir ketika kalian mengatakan kepada teman
kalian “eh, makin kurus aja ya,” atau “eh, kurusan ya sekarang” dan mereka akan
sangat senang dengan hal itu. Guys let me tell you something… gak ada satu
orangpun yang senang ketika dikatakan tentang
perubahan bentuk badannya, ketika kalian mengatakan atau sekedar membuat
lelucon tentang bentuk tubuh seseorang didepan orangnya langsung mungkin dia
akan ikut tertawa bersama kalian atau diapun akan secara terpaksa membuat
lelucon tentang tubuhnya, aku menjadi salah satu orang yang sangat rishi ketika
berbicara mengenai bentuk tubuh karena tubuhku bisa di bilang sangat tidak idealis postur badanku
yang bisa dibilang tinggi semampai mungkin menjadi dambaan banyak orang tapi
terlepas dari berkat yang satu itu berat badanku tak sama sekali memenuhi
berat badan idealis tinggi badanku 167 cm ketika di hitung untuk menentukan berapa
berat badan idealku seharusnya ada dikisaran 56 kg dengan rumus: BB ideal =
(tinggi badan (cm) – 100) – ((tinggi Badan – 100) x 15%) tapi kau tau apa
beratku hanya 48kg hal itu menjadi bahan olok-olokan yang
perlahan-lahan membuatku minder
"Wah kurus banget sih kamu?" "Tinggimu berapa? berat badanmu berapa?" "kamu banyak pikiran ya" "sibuk kuliah mungkin ya, jangan terlalu stress dengan pendidikan" "jadinya badan kamu segini-segini aja" dan masih bayak lainnya. Terkadang kalau aku engan terlalu menunjukan ketidak sukaanku atau kalau aku engan meladeni dengan memberikan argumenku untuk membatah meraka, atau kalau aku punya sedikit lebih mood yang baik aku akan menimpali mereka dengan guyonan yang bisa membuat mereka tertawa seperti "iya nih, gak tau mikirin apa" "heheh, mau makan sebanyak apa juga ya segini-segini aja badanku gk akan bisa naik" "iya lagi banyak tugas kuliah, pusing" hehhehe, ya gitu deh" dan masih banyak lagi...
Mungkin akan lebih baik jika tubuh kurus ku ini dibarengi dengan bentuk badan yang proposional bak model, sexy, montok dan lain sebagainya, nyatanya tidak. Ku rasa itu yang menyebabkan banyak komentar atau bacotan dari mereka.
Kadang kalau aku ingin menggunakan pakaian yang sedikit terbuka yang aku pikirkan apa tidak terlalu mencolok, pasti orang-orang akan memperhatikan bentuk tubuhku, sebaiknya tidak aku kenakan.
Ketika aku ingin menari atau sekedar menggoyangkan badanku karena lagu kegemaranku diputar aku merasa insecure karena bentuk badanku akan sangat anah ketika aku mulai bergoya sesuai irama lagu...
Mungkin akan sedikit kumaklumi ketika orang-orang yang sangat dekat denganku mengataiku mengenai bentuk tubuh "elo kurus banget" tapi jika itu terus menerus dilakukanpun kurasa aku tidak bisa menahannya lagi karena satu alasan.
Terkadang aku cukup bersyukur dengan tubuh kurusku, karena aku tidak perlu mengontrol porsi makanku, aku tidak perlu diet mati-matian untuk menjaga berat badanku tetap stabil, tapi terkadang ada suatu momen dimana aku merasa kalau ini begitu berat, orang-orang terus memperhatikan bentuk badanku, orang-orang terus mengomentari bagaiman kurusnya aku, terkadang aku berpikir toh walaupun kurus tidak menjadi masalah selagi masih diberi sehat, tidak masalah kurus jika pada akhirnya aku masih bisa melakukan aktivitas layaknya orang lian.
Aku mulai menyadari bahwa setiap apa yang kita alami untuk tubuh kita, apa yang kita rasa terjadi tak sesuai dengan harapan dalam
diri kita seperti berat badan yang tidak ideal atau warna kulit yang tidak seperti
yang kita inginkan dan banyak hal lain yang mungkin masih menjadi ketakutan
untuk diri sendiri. Jujur aku pun masih sering menilai ganteng dan cantiknya
seseorang dari bentuk tubuh merek, contohnya saja “iya ya, si A ganteng sih
tapi saying badannya terlalu kurus, atau si B cantik sih tapi saying dia
terlalu gendut dan masih banyak lagi. Banyak pengalaman tidak mengenakan soal
bentuk tubuhku yang sangat kurus bahkan jika standar berat badan diukur untuk
mengukur bagaimana seseorang dapat dikatakan tumbuh maka aku akan dikategorikan
sebagai mayat hidup, aku pernah di katai bagiku ini sindirin secara halus yang
sangat menyakitkan ada salah satu customer yang sudah bisa dikatakan menjadi
langganan di tempat kami berjualan dia berkata “eh, udah lama ya tidak bertemu,
kayanya kamu aja deh yang bertahan kerja disini disbanding dengan teman-teman
yang lain (oke, sebenarnya aku awalnya gak tahu ini orang maksudnya apa, entah
menyindir atau memuji aku yang loyal bekerja)” aku jawab dengan nada yang
sangat ramah dengan senyuman yang menyungging dipinggir bibirku “iya, bu..” dan
ibu tersebut membalasnya “ iya, tapi badan
kamu makin habis (Kurus) tuh”
denggg…. Bagai disamber petir disiang bolong aku hanya begong kemudian ku balas perkataan ibu tersebut
dengan senyuman yang lebar. Aku cukup frustasi dengan semua anggapan-anggapan
yang terkadang membuatku meresa bahwa tubuhku adalah masalahnya, masaslah yang
harus ku atasi atau ku ubah bagaiman mereka menghubung-hubungkan betapa
stressnya aku karena berat badanku yang tak kunjung naik, atau seberapa
parahnya sakitku karena betapa kurusnya aku
tapi sekeras apa aku mencoba tak mampu menaikan berat badanku sempat
terpikirkan olehku untuk membeli suplemen penambah berat badan, susu berprotein
tinggi, vitamin penambah berat badan yang seperti dijual di situs belanja
online bahkan ada salah satu temanku berkata mungkin kamu cacingan coba deh
minum obat cacing. Memang benar semua hal yang orang lain anjurkan untukku agar
aku bisa menaikan berat badanku belum ku coba, tapi aku pastikan asupan makanku, pola makanku ku jaga aku berusaha untuk makan dua kali sehari dengan porsi yang
bisa di katakana cukup banyak.
Satu hal yang pasti mulai sekarang aku akan
mencintai bentuk tubuhku, mau sekurus apa badanku, mau sedatar apa buah dadaku,
seberapa kosongnya bokongku atau mau sejelek apa wajahku tanpa riasan, aku
sedang berusaha menerima keadaanku sepenuhnya dan lebih memilih untuk melakukan
hal-hal yang bisa membuatku bahagia. Ada suatu kejadian bagaimana aku
menghargai bentuk tubuh seseorang, saat itu temanku mulai mengoceh tentang
seberapa dia tidak mengingini bentuk tubuhnya karena perutnya di tumpuki lemak
yang membuat dia tidak PD, dia melakukan diet ketat dan melakukan olahraga
namun dia tidak mampu mengecilkan perutnya yang berlemak, dibandingkan dengan
bentuk tubuhku badan temanku boleh dikatakan sangat proposianal, bokongknya
berisi, wajahnya yang manis dengan kulit coklat yang eksotis, tapi semua itu
adalah kelemahan baginya, ya.., memang semua punya standar kecantikannya
masing-masing standar kecantikan yang ku
anggap tidak bisa di bandingkan dengan yang temanku inginkan setiap orang punya
standarnya masing-masing bukan.
Walau tidak bisa ku pungkiri bahwa terkadang perkataan orang-orang tentang tubuhku membuatku rishi, ketika orang-orang itu mulai membaca hal ini tolong mengertilah, tidak semua orang kurus itu stress, tidak semua orang kurus itu penyakitan. Jujur jika sebagian dengan gampang melupakan apa yang dikatakan pada mereka bagiku tidak, perkataan seseorang akan sangat berdampak bagiku, aku akan seharian penuh memikirkan apa maksud dari perkataan orang tersebut, dan menanyakan apa yang salah dari diriku. Tapi dengan semakin dewasanya aku mulai menyadari satu hal tidak ada di dunia ini yang bisa membagiakan kamu kecuali pikiranmu sendiri. Aku sedang berusaha untuk mencintai diri sendiri tanpa membuat diriku terlihat egois, berusaha untuk tidak membuat orang lain memanfaatkan, membatasi, atau menyakitiku entah itu dengan perkataan mereka, ataupun perbutan mereka. Aku sedang belajar untuk mencintai diri sendiri dan menerima keadaan diriku sepenuhnya, aku mulai menyadari betapa berharganya setiap kita terlepas dari setiap hal yang tidak kita sukai dari diri sendiri. Satu yang pasti permasalahan body shaming ini bukan hanya menyangkut orang berbadan gemuk saja, berbadan kurus tidak menandakan kita punya setumpuk stres dalam isi kepala dan lain sebagainya.
Walau tidak bisa ku pungkiri bahwa terkadang perkataan orang-orang tentang tubuhku membuatku rishi, ketika orang-orang itu mulai membaca hal ini tolong mengertilah, tidak semua orang kurus itu stress, tidak semua orang kurus itu penyakitan. Jujur jika sebagian dengan gampang melupakan apa yang dikatakan pada mereka bagiku tidak, perkataan seseorang akan sangat berdampak bagiku, aku akan seharian penuh memikirkan apa maksud dari perkataan orang tersebut, dan menanyakan apa yang salah dari diriku. Tapi dengan semakin dewasanya aku mulai menyadari satu hal tidak ada di dunia ini yang bisa membagiakan kamu kecuali pikiranmu sendiri. Aku sedang berusaha untuk mencintai diri sendiri tanpa membuat diriku terlihat egois, berusaha untuk tidak membuat orang lain memanfaatkan, membatasi, atau menyakitiku entah itu dengan perkataan mereka, ataupun perbutan mereka. Aku sedang belajar untuk mencintai diri sendiri dan menerima keadaan diriku sepenuhnya, aku mulai menyadari betapa berharganya setiap kita terlepas dari setiap hal yang tidak kita sukai dari diri sendiri. Satu yang pasti permasalahan body shaming ini bukan hanya menyangkut orang berbadan gemuk saja, berbadan kurus tidak menandakan kita punya setumpuk stres dalam isi kepala dan lain sebagainya.


Komentar
Posting Komentar