Natal tidak di "RUMAH"

       
      Natal bagi beberapa kalangan merupakan sebuah momen yang sangat di nantikan, natal merupakan momen di mana keluarga besar, keluarga kecil (ayah, ibu, anak), teman reunian, sanak saudara bercengkrama dengan kehangatan, itu makna natal bagi saya pribadi. Natal adalah momen menyiapkan kue natal untuk di santap ketika hari natal, menghias pohon natal, menungu letupan kembang api di malam natal, serta mengunjungi rumah orang-orang yang kita kenal untuk mengucapkan Selamat Natal.



Mengunjungi rumah guru, rumah tema, rumah saudara yang jauh maupun dekat, atau hanya sekedar duduk untuk menunggu tamu yang datang untuk bersalaman, suasana natal yang sangat aku gemari. setidaknya itu yang masih saya rasakan pada dua tahun terakhir.
Tinggal jauh dari keluarga kecil mengharuskan saya menjauh dari semua suasana itu, tiggal di daerah yang mayoritas beragama berbeda dengan saya, suasana natal itu benar-benar hilang. Tidak ada kue natal, tidak ada hiasan natal di sudut-sudut kota, tidak ada kunjungan natal untuk keluarga, teman, dan orang-orang terkasih, semuanya sepi, aneh..? tentu, ada yang KURANG dari natal di kota ini, tapi tidak mengurangi sukacita yang IA bawa dari SORGA.

Komentar